Bukankah sakit? Ketika kau mulai menyukai seseorang lalu mendapati Ia telah berkasih. Lebih memilih orang lain tanpa peduli perasaanmu.
Tapi memangnya aku siapa? Hingga ia harus tahu perasaanku? Pentingkah aku? Kurasa tidak.
Ah, andai rasa sukaku tak berkembang. Andai aku hanya menganggapnya sebagai kawan. Mungkin aku tak akan sekalut ini. Tak akan merasa sakit meski ia berdua dengan kekasihnya. Tak akan memandangi namanya di layar hapeku. Dan tak pernah mengharap satu pesan muncul darinya.
Jika suka tak bisa dicegah, siapa yang harus kusalahkan? Dia? Yg tak pernah tau bahwa rasa sukaku melesat terlalu pesat.
Aku? Yg tak pernah berencana menyukainya sedikitpun.
Atau rasa sukaku? Yg tak pernah memilih kepada siapa ia berlabuh.
Ah, sudahlah. Mungkin Tuhan punya rencana yg lebih indah.
Memang ada saatnya Tuhan memberikan bahagia, dan ada saatnya Dia memberi duka.
Friday, November 28, 2014
Tuesday, April 1, 2014
#Akurapopo
Bagi saya, stress itu sederhana. Lihat temen-temen seangkatan udah banyak yang lulus, dan saya masih mikirin chapter 3, yeah #akurapopo. Dan malam ini, stress saya datang lagi. Chapter 3 yang masih terbengkalai dalam satu folder, dan hanya 20% done. Kertas referensi yang menumpuk di sudut kamar tanpa saya buka, bukan karena saya tak ingin tapi saya hanya tidak tahu apa yang harus saya tulis. jika saya mulai dengan statement salah satu expert, saya harus punya beberapa expert lagi untuk mendukung statement itu. Ah, skripsi memang tak segampang ngerjain makalah di awal semester.
Stress itu sederhana. Kuliah yang seharusnya bisa diselesaikan selama 4 tahun, malah harus molor setahun lagi.
Stress itu sederhana. Kuliah yang seharusnya bisa diselesaikan selama 4 tahun, malah harus molor setahun lagi.
Tuesday, November 19, 2013
All I Want is. . . .
Untukmu, yang sering datang lalu menghilang.
Terimakasih untuk waktu yang kau berikan untukku.
Terimakasih karena hadirmu membuatku jatuh cinta lagi.
Aku mengenal sosokmu beberapa tahun yang lalu. Saat
itu, kamu sudah berdua. Memiliki kekasih dan terlihat bahagia. Dan aku hanya
bisa menjadi seorang kawan. Yang akan memarahimu jika kekasihmu lebih dari
satu. Akan menjadi seorang kakak, yang akan menasehatimu jika kau masih belum
memutuskan hubungan dengan kekasihmu yang lain.
Lalu tiba-tiba kau menghilang, tanpa kabar ataupun
selamat tinggal. Aku masih baik-baik saja saat itu, karena aku juga berkasih.
Aku masih menganggapmu seorang kawan. Tidak lebih. Setelah menghilang,
tiba-tiba kau muncul dengan cerita lain tentang kekasihmu. Kau berganti
kekasih, meski masih saja kau punya lebih dari satu kekasih. Dan aku tetap
menjadi seorang kawan. Tidak lebih.
Monday, September 30, 2013
Wanita Itu
Malam itu adalah malam satu tahun kami berpacaran. Kami ingin merayakannya di sebuah restoran dekat kantor untuk sekedar makan malam.
"Dia pasti sudah menunggu." Pikirku saat itu.
Di tengah jalan tiba-tiba seorang wanita tak sengaja menabrakku.
"Maaf mbak, saya sedang buru-buru. Maaf jika saya menabrak anda." Dia meminta maaf sambil menunduk.
Wajahnya tak begitu jelas kulihat, tapi yang pasti dia seorang wanita cantik, dengan riasan sederhana, dengan gaun biru langit cerah sederhana, tas hitam minimalis tanpa hiasan, dan seikat mawar merah di genggamannya.
"Dia pasti sudah menunggu." Pikirku saat itu.
Di tengah jalan tiba-tiba seorang wanita tak sengaja menabrakku.
"Maaf mbak, saya sedang buru-buru. Maaf jika saya menabrak anda." Dia meminta maaf sambil menunduk.
Wajahnya tak begitu jelas kulihat, tapi yang pasti dia seorang wanita cantik, dengan riasan sederhana, dengan gaun biru langit cerah sederhana, tas hitam minimalis tanpa hiasan, dan seikat mawar merah di genggamannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)